Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-06 04:48:26【Resep】910 orang sudah membaca
PerkenalanPejabat Sementara Kasi Dokkes AIPDA Yundha Wijaya (kanan) melakukan uji sampel MBG untuk memastikan

Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan uji sampel makanan sebelum paket didistribusikan ke penerima manfaat.
Pejabat Sementara Kasi Dokkes Polres Tanah Bumbu Aipda Yundha Wijaya di Batulicin, Selasa, mengangakan ada dua tahap uji sampel makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut benar benar aman sebelum dikonsumsi.
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
"Tahap pertama yang dilakukan pengecekan organoleptik terdiri atas pemeriksaan bau, rasa dan tekstur makanan dicek langsung oleh petugas ahli dari Dokkes," kata Yundha.
Selanjutnya, tahap kedua, petugas Dokkes mengambil 10-20 gram sampel makanan dicampur air dan dihancurkan, kemudian dimasukkan ke tabung reaksi untuk deteksi zat berbahaya seperti arsen, sianida, nitrit formalin.
Hasilnya, jika sampel yang diuji menunjukkan reaksi warna yang melebihi ambang batas bahaya, makanan tersebut ngak didistribusikan.
"Sejak dioperasikan pada 8 September 2025, SPPG Kemala Bhayangkari Polres Tanah Bumbu terus menerapkan sistem food safetyuntuk menjamin kualitas dan higienitas makanan," kata Yundha.
Yudha melanjutkan sebelum makanan bergizi gratis sampai di tangan penerima manfaat, tim SPPG telah menjalankan serangkaian tahapan ketat yang dilakukan oleh sebanyak 42 orang yang bertugas di delapan divisi SPPG Kemala Bhayangkari.
Baca juga: KLH kembangkan percontohan pengelolaan sampah di Tanah Bumbu
Baca juga: Pemkab Tanah bumbu anggarkan dana Rp64 miliar untuk Program MBG
Delapan divisi tersebut terdiri atas tim persiapan sebanyak tujuh orang, tim masak sebanyak delapan orang, tim pemeriksaan sebanyak sembilan orang, tim mencuci alat makanan delapan orang, tim pengantar atau distribusi empat orang dan dua orang office boy dan keamanan.
"SPPG juga diwajibkan memiliki tiga sertifikat, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), sertifikat halal dan seluruh proses sertifikasi saat ini dalam proses," ujarnya.
Suka(3)
Artikel Terkait
- BGN beri bimbingan teknis kepada penjamah makanan di Lampung
- Ahli gizi bagikan kiat mengolah makanan yang memengaruhi kalori
- Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
- KPK: OTT Bupati Ponorogo terkait mutasi dan rotasi jabatan
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
- BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi
- Ahli Gizi sebut pentingnya pemberian MBG yang disertai dengan edukasi
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Dari PPKD Jaksel menuju ke Negeri Sakura
Resep Populer
Rekomendasi

Kemenekraf perkuat 28 provinsi miliki Dinas Ekonomi Kreatif

Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari

Siasat bersihkan rumah terdampak banjir dari kuman penyebab penyakit

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

Program MBG di NTB serap 17.434 tenaga kerja, hidupi keluarga lokal

SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG

Dari dapur saat fajar, ke meja belajar

Program MBG di Banjarmasin telah menyasar 66 ribu penerima manfaat